Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri harus benar-benar urip, hidup, dinamis, dan menjadi api perubahan Polri. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Puslitbang Polri di Bojonggede, Bogor, Rabu (12/11). Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya peran riset sebagai fondasi utama reformasi Polri. Ia menjelaskan, alasan pertama Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk Presiden RI mengunjungi Puslitbang karena perbaikan institusi harus dimulai dari lembaga yang mampu menguji setiap kebijakan secara ilmiah. Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri meninjau Laboratorium Elektronika, Alpalhankam, Persenjataan, dan Transportasi milik Puslitbang Polri. Ia mengapresiasi kemajuan fasilitas tersebut yang kini mampu mendukung pengujian alat, teknologi, serta kajian ilmiah terhadap pelayanan Kepolisian berbasis digital dan empati sosial.

 

“Puslitbang harus urip, hidup, dan turun. Harus hadir di tengah masyarakat, di ruang pelayanan, di tempat anggota bertugas. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium. ia harus menyentuh realitas, mendengar keluhan publik, dan melihat tantangan langsung di lapangan,” tutur Wakapolri