
GPM Masih Diselenggarakan, Kapolres Kutim: Dengan Ini Kestabilan Ekonomi Terjaga
Kutai Timur. Gerakan Pangan Murah (GPM) diselenggarakan Polairud Polres Kutai Timur (Kutim), hari ini. Sebanyak 57 paket sembako disalurkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyatakan, GPM ini diselenggarakan dengan tujuan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bapokting dengan harga di bawah atau setidaknya sesuai HET. Selain itu, demi memastikan pendistribusian bahan bapokting langsung ke masyarakat, sehingga mengurangi resiko kelangkaan bahan pokok.
“Hari ini GPM diselenggarakan Sat Polairud Polres Kutim. Alhamdulillah animo masyarakat masih tinggi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi di tengah dinamika ekonomi yang ada,” ungkap Kapolres Kutim, Jumat (15/8/25).
Ditambahkan Kapolres, paket bapokting yang dijual dibanderol dengan harga Rp118.000. Paket itu berisi beras seharga Rp58.000/5 Kg, minyak Rp42.000/2 liter, dan gula Rp18.000/1 Kg.
“GPM ini akan diselenggarakan hingga seterusnya. Polri memastikan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat agar kestabilan ekonomi di Kutai Timur ini tetap terjadi dan Kamtibmas aman terkendali,” jelas Kapolres.
Sebelumnya, dalam kick off di Gudang Bulog Kanwil Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, hingga 13 Agustus 2025 telah disalurkan Penyaluran beras SPHP di 4.705 titik. Sedangkan untuk hari ini yang merupakan kegiatan puncak GPM telah disalurkan 2.424 ton beras di 1.552 titik.
“Penerima manfaatnya 484.977. Jadi hari ini baik beras, kemudian gula dan minyak semua dijual dengan harga sesuai harga standar Bulog,” ujar Kapolri.
Ditegaskan Jenderal Sigit, kegiatan ini akan dimaksimalkan agar pendistribusian bahan pokok murah bisa sampai langsung ke konsumen dengan harga di bawah HET atau maksimal sama. Hal ini sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto mengenai penyaluran beras SPHP.
Lebih lanjut Kapolri ungkapkan, ditargetkan 1,3 juta ton secara periodik akan disalurkan. Kemudian, setiap minggunya akan ada evaluasi untuk memastikan kebijakan ini dilaksanakan semaksimal mungkin.

Tinggalkan Balasan