
Kutai Timur – Personel fungsi Intelijen Polres Kutai Timur turut hadir dan melaksanakan pemantauan langsung dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, sekaligus momen peletakan batu pertama pembangunan 10 unit Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran Operasi 166, yang berlangsung di lahan pertanian wilayah setempat, Minggu (17/5/2026). Kehadiran ini merupakan bagian strategis dari pemantauan situasi dan pengamanan program ketahanan pangan nasional yang digalakkan kepolisian.
Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat tinggi Polri, pemerintah daerah, serta para petani dan mitra kerja sama tersebut, personel intelijen bertugas mengumpulkan data lapangan, memantau jalannya kegiatan, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana. Selain melihat langsung hasil panen jagung yang melimpah, pemantauan juga mencakup persiapan pembangunan gudang hingga kesiapan pelaksanaan operasi pengamanan yang baru saja diluncurkan.
Perwakilan personel intelijen menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama dalam pemetaan keamanan wilayah. “Kami memantau dari hulu ke hilir: mulai dari keberhasilan produksi, ketersediaan sarana penyimpanan yang akan dibangun, hingga distribusi hasil panen. Informasi yang akurat di lapangan sangat kami butuhkan untuk memetakan potensi, mengantisipasi kendala, dan memastikan program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan negara,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kehadiran berbagai instansi dan dukungan penuh masyarakat menjadi catatan positif dalam laporan intelijen. Sinergitas yang terjalin dinilai sangat baik dan menjadi modal utama keberhasilan program. Melalui pemantauan berkelanjutan ini, Polres Kutai Timur berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan program ketahanan pangan, menjaga stabilitas pasokan, serta memastikan tidak ada gangguan yang menghambat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan pangan di wilayahnya.

Tinggalkan Balasan