**JAKARTA BARAT –** Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik perjudian daring (*judi online*) jaringan internasional dalam sebuah operasi besar di wilayah Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan sebanyak 321 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara yang tertangkap tangan sedang menjalankan operasional ilegal tersebut.

 

Berdasarkan hasil penggeledahan dan pemeriksaan di lokasi, kepolisian menemukan sejumlah bukti signifikan yang meliputi:

 

* **Domain Judi:** Ditemukan sebanyak 75 domain judi online yang digunakan untuk memfasilitasi praktik perjudian tersebut.

* **Barang Bukti Elektronik:** Polisi menyita berbagai perangkat pendukung seperti *handphone*, laptop, dan komputer.

* **Dokumen dan Dana:** Petugas mengamankan paspor para pelaku serta uang tunai dalam berbagai mata uang.

* **Masa Operasi:** Para pelaku diduga telah menjalankan aktivitas ilegal ini selama kurang lebih dua bulan.

 

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andhiko, S.I.K., M.I.Kom., pada Sabtu (09/05) menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian terintegrasi dari implementasi program **Asta Cita** Presiden Republik Indonesia dalam proses penegakan hukum terhadap jaringan internasional. Saat ini, penyidik tengah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait aliran dana serta lokasi server jaringan tersebut.

 

Interpol memberikan catatan penting bahwa Indonesia kini mulai menjadi tujuan perpindahan operasi kejahatan siber transnasional, menyusul adanya penertiban ketat di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan dengan pasal-pasal dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP) serta UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

 

Komitmen pemberantasan kejahatan transnasional ini juga senantiasa didukung oleh seluruh jajaran kepolisian, termasuk personel **Polsek Muara Ancalong**, yang terus waspada dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dari berbagai ancaman kejahatan siber. Seluruh proses pengungkapan dan pengamanan para pelaku berjalan dengan lancar dan kondusif.